Pagi ini otakku agak mendung, maklum, karena masih banyak problem yang jangankan jalan keluar, cahayanyapun masih remang.
Aku mengulik kebiasaan bosanku, memainkan tim kesayanganku (Chelsea-FC) di lapieku yang tercinta.
Karena kesalnya selalu kebobolan, srapah sempat membatin di benak, saat kudengar ketukan di pintu kostku.
"Siapa?" tanyaku ketus.
"Pak Ade Qo, ada kiriman nih!" jawabnya ramah.
Aku membukakan pintu, dan Pak Ade memberikanku amplop coklat.
Aku mengucapkan terimakasih, dan sontak kekesalanku tadi berubah menjadi penasaran, tanpa netral terlebih dahulu.
Aku mengamat-amati bungkusan yang kupegang. Aku bingung, karena tak ada yang mengkonfirmasi akan mengirimkan paket kepadaku.
Nekat bungkusan itu kubuka, dan terkejutnya aku, ternyata isinya sebua majalah, yang kubaca dengan sisa pengelihatanku, diffa!
Perlahan otakku bereaksi, dan "Akankah?" pertanyaan itu yang berkecambuk didalam pikiranku.
2 bulan yang lalu, aku mengirimkan naskah cerpen kepada redaksi Diffa Majalah, yang disambut hangat oleh redaktor. Tapi karena terlalu panjang, akhirnya cerpenku ditolak. Tapi aku tak surut, aku kembali mengirimkan cerpen yang sesuai dengan kriteria, yang lebih pendek. Dengan berat hati, ahirnya kukirimkan cerpen yang tak terlalu kubanggakan (Salah Sangkah) kepada redaksi Diffa.
Dan tahukah kau kawan? sekarang cerpen yang tidak kujagokan itu terpampang di rubrik cerpen Diffa Majalah!
Senangnya hatiku, kini karyaku bisa dibaca oleh banyak orang, dan harapanku, moga kelak aku akan menghasilkan karya yang lebih berbobot lagi!
Amin.
Teruslah berkarya!



Riqo ZHI







Posted in: 
0 komentar:
Post a Comment
Blog ini dofollow, silahkan tinggalkan komentar untuk meningkatkan PageRank, tapi berkomentarlah dengan tertip dan sopan, agar komentar kamu bisa tampil dengan nyaman :)